SOSIALISASI URBAN FARMING DAN BANK SAMPAH KELURAHAN WUNDUDOPI BERSAMA RW 02

14 Jan 2026 - Derlin

SOSIALISASI URBAN FARMING DAN BANK SAMPAH KELURAHAN WUNDUDOPI BERSAMA RW 02
Lingkungan 14 Jan 2026 · Derlin

RW 02 dan RT 012, RT 04, RT 03, RT 05 Berharap sosialisasi ini jalan terus, sekaligus memberikan edukasi warga arti pentingnya Ekoteologi Lingkungan.

Lurah Wundudopi apresiasi RW 02, RT 12, RT 04, RT 03 RT 05 Kelurahan Kelurahan Wundudopi Kecamatan Kecamatan Baruga membuat sosialisasi Ekoteologi, Urban Farming dan Bank Sampah (14/01/2026).

Program perkotaan tersebut memanfaatkan lahan sempit sebagai lahan tanam dan dikelola bersama warga di tengah keterbatasan ruang Kota Kendari.

Nurfajri selaku pencetus ide urban Farming dan Dirut Bank Sampah Kel. Wundudopi. Menguraikan manfaat dari ide Urban Farming di tengah kota yang semakin padat.

“Ini urban farming dalam arti yang sebenarnya. Dilakukan di tengah Kota Kendari, bahkan di atap rumah bisa, tapi bisa efektif dan menghasilkan,” ujar Nurfajri.

Nurfajri mengapresiasi kreativitas warga yang mampu dengan giat secara mandiri melakukan sosialisasi manfaat Urban Farming. Mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi keluarga.

Menurutnya, urban farming membuktikan pertanian dapat tumbuh di kawasan perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dalam praktiknya, kelompok tani menerapkan dua metode tanam, yaitu hidroponik dengan nutrisi terukur dan sistem organik tanpa pestisida.

Pupuk organik diproduksi mandiri dari sisa makanan dan sampah organik warga sehingga mengurangi volume sampah lingkungan.

Nurfajri mendorong konsep ini direplikasi di wilayah lain agar setiap Rukun Warga memiliki sumber pangan dan pendapatan mandiri.

“Kalau ini dikembangkan, setiap Rukun Warga bisa punya urban farming sendiri. Kota lebih hijau, warga lebih mandiri, ekonomi lokal bergerak,” kata Nurfajri.

Selain meningkatkan ekonomi, program ini membantu pengurangan sampah organik dan menciptakan lingkungan RT/RW yang lebih bersih dan produktif.